EASTCANYONHOTEL.COM – Awal tahun 2026 dibuka dengan pergerakan harga emas Antam yang cukup menarik perhatian. Pada Kamis, 1 Januari 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk sempat tercatat stabil dibandingkan penutupan akhir tahun lalu. Angka Rp 2.501.000 per gram menjadi patokan di awal perdagangan, sama seperti harga pada 31 Desember 2025.
Harga jual kembali atau buyback juga belum menunjukkan perubahan berarti. Nilainya bertahan di level Rp 2.360.000 per gram. Kondisi ini menandakan pasar emas domestik masih berada dalam fase menunggu arah, seiring pelaku pasar mencermati sentimen global dan domestik di awal tahun.
Namun, stabilitas tersebut tidak berlangsung lama. Berdasarkan pembaruan harga dari unit pengolahan Logam Mulia Antam, harga emas justru mengalami koreksi di hari yang sama. Untuk ukuran terkecil, emas 0,5 gram dipasarkan di kisaran Rp 1.294.000. Angka ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang berada di Rp 1.300.500.
Penurunan juga terjadi pada emas ukuran 1 gram. Jika sebelumnya masih bertahan di Rp 2.501.000, harga terbaru turun menjadi sekitar Rp 2.488.000 per gram. Penyesuaian harga ini sekaligus mencerminkan tren pelemahan jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya, di mana harga emas Antam masih berada di level yang lebih tinggi.
Meski begitu, untuk pecahan lain, harga emas Antam masih tergolong tinggi secara nominal. Emas 2 gram berada di kisaran Rp 4,94 juta, sementara ukuran 5 gram dipatok sekitar Rp 12,28 juta. Untuk ukuran besar, emas 100 gram dibanderol lebih dari Rp 244 juta, sedangkan ukuran 1 kilogram menembus angka Rp 2,44 miliar.
Dalam setiap transaksi, konsumen juga perlu memperhatikan aspek perpajakan. Penjualan kembali emas batangan dengan nilai tertentu dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran pajak berbeda bagi pemilik NPWP dan non-NPWP, dan pemotongan dilakukan langsung saat transaksi buyback berlangsung. Hal serupa juga berlaku saat pembelian emas batangan, di mana pajak sudah termasuk dan dibuktikan dengan dokumen resmi.
Pergerakan harga emas di awal 2026 ini menunjukkan bahwa logam mulia tetap dinamis, meski kerap dianggap sebagai aset aman. Koreksi harga dalam jangka pendek bukan hal baru, terutama saat pasar tengah menyesuaikan diri dengan momentum pergantian tahun.
Saran bagi investor:
Harga emas cenderung mengalami fluktuasi, sehingga pemantauan harian dan analisis tren ekonomi global secara berkala sangat penting. Emas tetap menjadi instrumen investasi jangka panjang yang populer, tetapi keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing.