EASTCANYONHOTEL.COM – Pare adalah salah satu jenis buah dari keluarga labu-labuan yang kerap dijadikan pelengkap hidangan, termasuk siomai. Meski dikenal dengan rasa pahit yang kuat, pare justru menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan yang sayang jika dilewatkan. Tak heran jika pare sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan sekaligus pengobatan tradisional.
Pare atau Momordica charantia mengandung beragam zat gizi penting. Dalam 100 gram pare segar, terdapat vitamin C yang cukup tinggi, serat, kalium, magnesium, beta karoten, hingga antioksidan alami. Kombinasi nutrisi inilah yang membuat manfaat pare untuk kesehatan sangat beragam.
dr. Carla Pramudita Susanto Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto • 01/07/2022 Berkat kandungan gizi ini, pare dapat meningkatkan fungsi penglihatan terutama masalah penglihatan di malam hari akibat rabun senja serta memperlambat degenerasi makula.
Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia (DKPI), per 100 gram pare segar memiliki kandungan zat gizi seperti berikut. Air: 94,4 gram (g). Kalori: 19 kkal. Protein: 1 g. Lemak: 0,4 g. Karbohidrat: 3,6 g. Serat: 1,3 g. Kalsium: 31 miligram (mg). Fosfor: 65 mg. Zat besi: 0,9 mg. Natrium: 5,0 mg. Kalium: 277,7 mg. Tembaga: 0,03 mg. Zink: 0,8 mg. Beta karoten: 197 mikrogram (mcg). Karoten Total: 80 mcg. Tiamin (Vit. B1): 0,18 mg. Riboflavin (Vit B2): 0,04 mg. Niasin (Vit. B3): 0,4 mg. Vitamin C: 58 mg
Salah satu manfaat pare yang paling dikenal adalah membantu mengendalikan gula darah. Kandungan magnesium di dalam pare berperan dalam mengoptimalkan kerja hormon insulin. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pare dapat membantu mencegah penumpukan glukosa dalam darah, sehingga kerap dijadikan pilihan makanan pendamping bagi penderita diabetes. Meski demikian, pare tetap tidak dianjurkan sebagai pengganti obat dari dokter.
Selain itu, pare juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Pare juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang membantu tubuh melawan infeksi.
Manfaat pare untuk kesehatan mata juga tak kalah penting. Senyawa seperti beta karoten, lutein, dan zeaxanthin berperan dalam menjaga fungsi penglihatan, mengurangi risiko rabun senja, serta membantu mencegah katarak dan gangguan mata akibat diabetes.
Tak hanya itu, pare dikenal mampu meredakan gangguan pernapasan, seperti batuk dan asma, berkat sifat anti-inflamasi dan antihistamin alaminya. Dalam pengobatan tradisional, pare bahkan digunakan untuk membantu meredakan bronkitis.
Manfaat pare lainnya adalah membantu mengatasi masalah kulit. Senyawa antijamur dan antibakteri pada pare dipercaya efektif melawan infeksi kulit, seperti kurap, kudis, hingga membantu meredakan eksim dan psoriasis.
Meski pahit, manfaat pare untuk kesehatan terbukti beragam. Dengan pengolahan yang tepat, pare bisa menjadi pilihan sayur sehat untuk melengkapi pola makan sehari-hari.