EASTCANYONHOTEL.COM – Banyak investor pemula merasa kaget ketika pertama kali menjual emas dan mendapati bahwa harga yang diterima tidak sama dengan harga yang terpampang di etalase toko atau aplikasi resmi. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan, terutama bagi mereka yang baru memulai investasi emas dan belum memahami sistem penentuan harga jual dan beli kembali.
Agar tidak salah mengambil keputusan, memahami mekanisme harga buyback emas di Pegadaian menjadi hal yang sangat penting. Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat menyusun strategi yang lebih matang sehingga portofolio emas tetap memberikan hasil optimal dalam jangka panjang.
Mengenal Spread Harga Buyback Emas
Dalam dunia investasi emas, istilah spread merujuk pada selisih antara harga jual emas saat dibeli dengan harga beli kembali atau buyback saat emas dijual ke Pegadaian. Selisih inilah yang kerap menjadi penyebab investor mengalami kerugian jika menjual emas terlalu cepat.
Harga jual Pegadaian adalah harga yang harus dibayarkan nasabah ketika membeli emas, baik melalui Tabungan Emas maupun emas fisik batangan. Sementara itu, harga buyback emas di Pegadaian merupakan nilai yang ditawarkan ketika Pegadaian membeli kembali emas milik nasabah.
Secara umum, selisih harga buyback emas di Pegadaian berkisar antara 3 hingga 5 persen, khususnya untuk produk Tabungan Emas. Adapun untuk emas fisik seperti Antam atau UBS, besar spread bisa sedikit berbeda tergantung ukuran, kondisi pasar, dan kebijakan yang berlaku.
Ilustrasi Selisih Harga Buyback
Sebagai gambaran sederhana dengan asumsi data Januari 2026, harga jual emas berada di kisaran Rp2.676.000 per gram. Sementara harga buyback emas di Pegadaian tercatat sekitar Rp2.509.000 per gram. Dari angka tersebut, terdapat selisih atau spread sekitar Rp167.000 per gram.
Artinya, investor baru akan mencapai titik impas atau break even apabila harga emas dunia mengalami kenaikan yang melebihi nilai selisih tersebut. Jika kenaikan belum menutup spread, maka potensi rugi masih sangat terbuka.
Strategi Agar Investasi Emas Tetap Menguntungkan
Agar investasi emas tetap memberikan keuntungan, investor sebaiknya tidak terburu-buru melakukan penjualan hanya karena melihat harga emas naik sesaat. Strategi jangka panjang menjadi kunci utama, karena emas lebih ideal disimpan minimal 2 hingga 5 tahun agar kenaikan harga mampu menutup spread.
Selain itu, pemantauan grafik harga emas secara rutin juga penting. Waktu terbaik melakukan buyback adalah ketika harga emas dunia sedang berada dalam tren naik yang kuat. Dengan begitu, harga buyback emas di Pegadaian tetap kompetitif meskipun ada potongan selisih.
Produk Tabungan Emas juga dapat menjadi pilihan karena spread cenderung lebih transparan dan praktis. Jangan lupa memperhatikan biaya administrasi serta pajak, terutama untuk transaksi besar. Membawa NPWP dapat membantu menekan tarif PPh 22 menjadi lebih rendah.