EASTCANYONHOTEL.COM – Pergerakan update harga emas terbaru hari ini kembali menjadi sorotan para investor logam mulia.
Pada Selasa, 17 Februari 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam tercatat mengalami perubahan cukup kontras antara harga di butik resmi dan di Pegadaian.
Berdasarkan pemantauan terbaru, harga emas Antam di butik resmi Logam Mulia turun lagi dan kini berada di kisaran Rp2.910.000 per gram.
Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir, seiring penguatan dolar AS dan pergerakan harga emas dunia yang masih fluktuatif.
Meski mengalami koreksi, emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven). Banyak investor memanfaatkan momentum penurunan untuk mulai akumulasi pembelian jangka panjang.
Harga di Pegadaian Masih Tembus Rp3,25 Juta
Menariknya, kondisi berbeda justru terlihat pada harga emas Antam yang dijual melalui Pegadaian. Nilainya masih bertahan tinggi di sekitar Rp3.250.000 per gram.
Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi biaya layanan, jenis produk, serta margin penjualan masing-masing lembaga. Karena itu, harga emas di Pegadaian sering kali berada di atas harga resmi Logam Mulia.
Kenaikan tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menahan penjualan emasnya. Mereka berharap harga kembali naik dalam waktu dekat, mengingat kondisi global masih dipenuhi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut kisaran harga emas Antam di butik resmi:
- 0,5 gram : sekitar Rp1.505.000
- 1 gram : Rp2.910.000
- 2 gram : Rp5.760.000
- 3 gram : Rp8.615.000
- 5 gram : Rp14.325.000
- 10 gram : Rp28.595.000
- 25 gram : Rp71.362.000
- 50 gram : Rp142.645.000
- 100 gram : Rp285.212.000
Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut turun mengikuti koreksi harga emas global.
Kenapa Harga Emas Turun?
Penurunan harga emas Antam hari ini dipengaruhi beberapa faktor utama:
- Dolar AS menguat sehingga menekan harga emas dunia
- Profit taking investor setelah kenaikan pekan lalu
- Ekspektasi kebijakan suku bunga global
- Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen berbunga seperti obligasi sehingga permintaan emas berkurang.
Masih Layak Dibeli?
Meski turun, analis menilai emas tetap cocok untuk investasi jangka panjang. Fluktuasi harian justru membuka peluang pembelian bertahap (average down).
Bagi investor konservatif, kondisi ini sering dianggap momen ideal masuk pasar karena harga sedang terkoreksi namun fundamental emas masih kuat sebagai pelindung nilai inflasi.