EASTCANYONHOTEL.COM – Harga emas global dan domestik masih menjadi sorotan tajam para investor dan analis ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.
Logam mulia ini tidak hanya mencatatkan penguatan signifikan, tetapi juga memicu berbagai spekulasi tentang sampai kapan momentum kenaikannya akan berlanjut dan seberapa tinggi harga bisa mencapai angka yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Harga Emas Meningkat Beruntun
Pada perdagangan spot dunia terbaru, harga emas berhasil memperpanjang tren naiknya hingga sesi keempat berturut-turut, menandakan kuatnya sentimen positif di pasar logam mulia.
Harga emas spot pada Chicago Mercantile Exchange (CME) sempat tercatat di atas US$5.143 per troy ons pada 23 Februari 2026, sekaligus memperlihatkan bahwa tren penguatan emas belakangan ini tidak berhenti hanya dalam hitungan hari.
Kenaikan ini didorong oleh serangkaian ketidakpastian global, terutama kebijakan tarif baru Presiden AS serta data ekonomi yang kurang menggembirakan.
Kebijakan tarif yang agresif dari pemerintah AS memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pada rantai pasokan global, yang pada akhirnya mendorong pelaku pasar untuk mencari safe haven termasuk emas.
Faktor Pemicu Naiknya Emas
Beberapa faktor fundamental yang mendorong harga emas terus meningkat di antaranya:
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, yang membuat investor memilih emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko pasar. Permintaan terhadap aset ini meningkat tajam di saat sentimen pasar semakin risk-off.
Data ekonomi Amerika Serikat yang melambat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang turun serta inflasi yang tetap berada di atas target bank sentral, unggul dibanding harapan pasar. Kondisi ini memperlemah sentimen pasar terhadap aset berisiko seperti saham dan obligasi, lalu memicu aliran modal ke emas.
Permintaan aman (safe haven) meningkat, karena ketidakjelasan prospek suku bunga dan kebijakan moneter utama bank sentral internasional, khususnya The Fed, yang membuat emas menjadi pilihan investasi utama.
Pelemahan dolar AS dalam periode tertentu turut membantu emas naik karena harga emas yang biasanya dikutip dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor di negara lain.
Sampai Kapan Harga Emas Diperkirakan Naik?
Pertanyaan yang sering muncul saat ini adalah: apakah harga emas masih akan terus naik, dan sampai kapan tren ini bertahan? Menurut beberapa analis pasar, tren kenaikan emas jika dilihat dari posisi fundamental bisa saja bertahan hingga beberapa tahun ke depan, bukan hanya dalam hitungan bulan.
Seorang analis yang dikutip oleh media nasional menyatakan tren kenaikan harga emas sangat mungkin berlanjut sampai tahun 2028, selama kondisi ketidakpastian global dan tekanan inflasi tetap kuat, terutama selama masa kebijakan internasional yang belum stabil.
Namun, bukan berarti harga emas tidak akan mengalami koreksi sama sekali. Dalam sejarahnya, emas juga kerap mengalami periode penurunan jangka pendek ketika kondisi pasar berubah, misalnya ketika dolar AS menguat atau ekspektasi suku bunga naik tajam.
Dalam konteks jangka panjang, tiga faktor utama: ekonomi global, geopolitik, dan kebijakan suku bunga, diperkirakan akan terus menjadi kunci utama yang menentukan arah harga emas ke depan.
Ramalan Harga Emas: Sejauh Mana Potensi Kenaikkannya?
Muncul berbagai proyeksi ekstrem dari pasar global, terutama dari lembaga atau analis independen yang memprediksi kemungkinan harga emas menyentuh level yang sebelumnya dianggap tidak realistis.
Misalnya, sejumlah komunitas pasar dan analisis independen mengangkat spekulasi bahwa harga emas bahkan bisa mencapai kisaran US$6.000 per troy ons pada masa yang akan datang, terutama jika tekanan geopolitik dan ekonomi dunia semakin memanas dan permintaan safe haven melonjak drastis.
Walaupun prediksi ini masih bersifat spekulatif dan berbeda jauh dari proyeksi resmi lembaga keuangan besar seperti HSBC yang memprediksi harga emas bisa mencapai sekitar US$5.000 per troy ons di 2026, tren kenaikan harga tetap menunjukkan bahwa investor global masih memiliki minat kuat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai dan instrumen diversifikasi portofolio.
Secara keseluruhan, harga emas saat ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Tren kenaikan yang berkelanjutan, didukung oleh faktor fundamental yang kuat, menunjukkan bahwa emas kemungkinan masih akan menarik minat investor dalam jangka panjang.
Meski ada risiko koreksi sesaat, prospek harga emas tetap positif, dengan beberapa analis bahkan memproyeksikan potensi harga mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.